Lampung Barat, Tempotimur.com – Komandan Kodim 0422/Lampung Barat, Letkol Inf Rinto Wijaya, S.A.P., M.I.Pol., M.Han., menerima penghargaan bergengsi dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kamis (5/6/2025)
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata Kodim 0422/LB dalam pelestarian harimau Sumatra dan habitatnya.
Penghargaan ini menyoroti keberhasilan Kodim 0422/LB dalam merespons konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya harimau Sumatra di wilayah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Upaya penyelamatan ini mencakup operasi pemulihan ekosistem serta evakuasi harimau secara aman dan efektif dari kawasan permukiman warga.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, tercatat tiga evakuasi harimau berhasil dilakukan:
1. 22 Mei 2024 — Dusun Karang Tengah, Pekon Tembelang, Kec. Bandar Negeri Suoh, Kab. Lampung Barat.
2. 13 Desember 2024 — Talang Santani, Pekon Bumi Hantatai, Kec. Bandar Negeri Suoh, Kab. Lampung Barat.
3. 18 Februari 2025 — Pekon Rawas, Kec. Pesisir Tengah, Kab. Pesisir Barat.
Dalam sambutannya, Letkol Inf Rinto Wijaya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Dirjen KSDAE, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc.
“Atas nama jajaran Kodim 0422/Lampung Barat, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dirjen KSDAE. Ini bukan sekadar piagam, tapi bentuk kepercayaan dan semangat bersama untuk menjaga warisan alam Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Letkol Rinto menegaskan bahwa konservasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab semua elemen bangsa.
“TNI, khususnya Kodim 0422/LB, akan selalu hadir sebagai mitra masyarakat tidak hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup,” tambahnya.
Penghargaan ini menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara institusi militer dan lembaga konservasi.
Upaya kolektif ini diharapkan mampu menciptakan harmoni antara manusia dan alam, serta memastikan keberlangsungan hidup satwa langka seperti harimau Sumatra, ikon kebanggaan nasional yang semakin langka.
Penulis : Suk



















