Asahan — Dalam upaya mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di kalangan pemerintah tingkat kecamatan dan Desa se kecamatan Meranti kabupaten Asahan Sumatra Utara yang di hadiri oleh camat meranti,kaposiyan meranti,Koramil 18 meranti,sekcam meranti,seluruh kepala desa se kecamatan meranti toko pemuda dan toko masyarakat , dengan tujuan memberikan pemahaman tentang bahaya ideologi yang dapat merusak persatuan dan keutuhan bangsa. Senin (2/6/2025) di aula kantor camat meranti.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ipda Hisar Sirait, Katim Cegah Densus 88 Anti Teror (AT) Polri Satgaswil Sumut.dengan narasumber Briptu albert Sembiring, yang menjelaskan pentingnya peran masyrakat dalam menjaga toleransi di tengah keberagaman.
“Sosialisasi ini bertujuan untuk melindungi generasi muda dan masyarakat dari pengaruh negatif yang dapat merusak nilai-nilai persahabatan. Melalui edukasi, kami ingin masyarakat memahami bagaimana mengidentifikasi dan menghindari paham radikal,” ujar Ipda Hisar Dalam menyampaikan materi
Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya toleransi, menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Selain itu, peserta juga diajak untuk bijak menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang berlayar.
Camat Meranti Sugeng surya saragi menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri. “Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran di masyarakat mengenai bahaya paham radikal. Kami berharap sosialisasi ini dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menjaga keharmonisan di lingkungan masyarakat,” katanya.
Salah seorang peserta , kepala Desa serdang Guntur , mengaku terinspirasi oleh kegiatan ini. “Saya jadi lebih memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Kami juga belajar untuk lebih berhati-hati dengan informasi di internet,” tuturnya.
“Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa di daerah-daerah lain di wilayah Kabupaten Asahan dan sekitarnya. Dengan langkah preventif ini, diharapkan generasi muda dan masyarakat mampu menjadi pelopor perdamaian dan menjaga nilai-nilai kebangsaan,” tutupnya.
Penulis : Edi Surya


















