Manggarai Barat — Kanisius Jehani, seorang tenaga kerja Cleaning Service di Puskesmas Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Manggarai Barat-NTT mengaku di pecat Kepala Puskesmas Ranggu, Bernadus Jemahu, tanpa alasan yang jelas.
Menurut keterangan Kanisius kepada media ini di Labuan Bajo Rabu, 8/1/2025 mengaku pertama dirinya dipanggil oleh Kapus Ranggu Bernadus Jamahu karena katanya ada perlu penting. Ketika menanyakan alasan dia panggil, ternyata sangat diluar dugaan saya, Kapus memulai pembicaraan dengan meminta maaf, ” terangnya.
Mendengar itu, saya menjawab, kenapa sampai Pak Kapus meminta maaf e, kan saya hanya petani biasa to . Lalu Kapus menjawab, dengan berat hati saya mengatakan ini om Kani, sebetulnya saya momang ite (sayang betul dengan om) sebetulnya ini bukan kehendak saya, melainkan dari Kabupaten. Sambung Kani, saya bingung pa Kapus, apa maksudnya? Jawab pak Kapus, ini soal kerjanya bapak di Puskesmas Ranggu.
“Sekali lagi saya meminta maaf terkait keberadaan om Kani di Puskesmas ternyata dipantau selama ini dari Kabupaten ya saya juga bingung soal ini, bahwa ternyata om Kani terpantau dukung paket tertentu”. Jawab om Kani, ole saya kan masyarakat kecil pak, masa orang kecil seperti saya ini dipantau khusus dari Kabupaten, heran juga? Justru karena itu, saya dengan berat hati memutuskan om Kani untuk tidak lagi bekerja di Puskesmas ini, terang Kanisius Jehani mencontohkan Bernadus.
Kanisius menambahkan, saya sudah 5 (lima) tahun lebih bekerja sebagai cleaning service di Puskesmas Ranggu, yaitu sejak jabatan Bupati Gusti Dula dan wakil Bupati Maria Geong, periode sebelumnya, bahkan saya baik-baik saja dalam bekerja selama sekian tahun mengabdi.
Sekali lagi, saya awalnya hanya petani biasa, tetapi waktu itu dipanggil untuk bekerja di Puskesmas Ranggu sebagai cleaning service, tukang bersih-bersih dengan gaji Rp. 350.000/bulan dan saya bekerja aktif sampai saat ini. Betapa kagetnya saya tiba-tiba di pecat, apa alasannya? Lanjut Kanis dengan muka tampak kesal.
Ketika media ini menanyakan lebih lanjut, apakah pak Kanisius di angkat dengan SK resmi dari Kapus Ranggu sebagai tenaga cleaning service? Kanis, sama sekali tidak ada SK yang saya terima, apalagi surat pemecatan, minimal kah pak ada teguran lisan dan surat panggilan ketika saya ada masalah serius.
Saya hanya datang bekerja dan isi daftar hadir, selanjutnya tidak ada hal lain yang saya kerjakan. Tetapi ketika ditanya mungkin karena saya dukung paket tertentu, saya tegaskan saya tahu diri juga, saya ini cuma petani biasa, untuk apa saya terlibat politik.
Media ini berhasil mengonfirmasi kapus Ranggu Bernadus Jamahu Rabu, 8/1/2025 melalui sambungan telpon. Bernadus menyampaikan bahwa pemutusan kerja terhadap Kanisius sebagai cleaning service karena merujuk pada aturan Puskesmas Ranggu, karena Kanisius hanya pekerja sukarela biasa dan masa kerjanya cuma satu tahun.
Lebih lanjut, ketika ditanya alasan pemecatan dan bukti surat pemecatan Kanisius, Kapus Ranggu Bernadus Jamahu mengatakan, saya tidak bisa didikte, keputusan pemecatan Kanisius mutlak sesuai aturan yang berlaku. Tutupnya”
(Ricky)























