Kampanye Zahir-Aslam dan Klarifikasi Dinas Kesehatan Batu Bara

- Penulis

Jumat, 4 Oktober 2024 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Batu Bara — Program BPJS Kesehatan di Kabupaten Batu Bara mendadak menjadi topik panas di tengah kampanye Pilkada 2024. Calon Bupati nomor urut 3, Zahir, yang berpasangan dengan Aslam, menyampaikan janji yang menarik perhatian banyak warga.

Dalam kampanyenya, Zahir menjanjikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP, tanpa perlu menggunakan kartu BPJS. Namun, janji tersebut ditanggapi oleh Kepala Dinas Kesehatan Batu Bara, dr. Deni, yang memberikan klarifikasi penting soal implementasi Universal Health Coverage (UHC) di daerah tersebut.

Janji Zahir: KTP Sudah Cukup untuk Berobat

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Zahir menyatakan bahwa sebelum masa jabatannya berakhir pada Desember 2023, ia telah membuat kesepakatan dengan pihak BPJS.

Dalam kesepakatan itu, mulai 2024, masyarakat Batu Bara bisa berobat hanya dengan KTP, tanpa perlu menunjukkan kartu BPJS. Namun, Zahir mengatakan bahwa program ini hanya berlangsung selama tiga bulan karena dihentikan oleh Pj Bupati yang baru, dengan alasan anggaran dialihkan.

Baca Juga  Pelindo Regional 4 Fakfak Kumpulkan 343,70 Kg Sampah Botol Plastik di Area Pelabuhan

Zahir kemudian berjanji akan melanjutkan program tersebut jika ia kembali terpilih sebagai Bupati Batu Bara. “Kalau mau, pilih nomor 3,” ujarnya, disambut sorak-sorai tim suksesnya.

Klarifikasi dari Dinas Kesehatan: Program UHC dan Tantangan Anggaran

Kepala Dinas Kesehatan Batubara, dr. Deni, memberikan tanggapan yang berbeda terkait pernyataan Zahir. Ia menjelaskan bahwa program yang disebut Zahir adalah bagian dari UHC (Universal Health Coverage), yang memungkinkan masyarakat mengaktifkan BPJS hanya dengan KTP, tanpa memerlukan kartu fisik. Program ini dikenal dengan sistem Non Cut Off, di mana peserta BPJS bisa aktif dalam 1×24 jam.

Namun, menurut dr. Deni, ada syarat penting yang harus dipenuhi untuk tetap menjalankan program Non Cut Off ini, yakni 75% dari jumlah penduduk yang terdaftar sebagai peserta BPJS harus aktif. Pada awal 2024, program ini berjalan karena jumlah peserta aktif BPJS di Batu Bara mendekati 95%.

Baca Juga  Diperlukan Perhatian Khusus Pengembangan UMKM di Murung Raya

Namun, pada Maret 2024, angka ini turun menjadi sekitar 71-72%, sehingga program Non Cut Off tidak bisa dilanjutkan. Batu Bara kemudian kembali ke sistem Cut Off, di mana proses pengaktifan BPJS bisa memakan waktu hingga 14 hari.

Benarkah Program Dihentikan oleh Pj Bupati?

dr. Deni menegaskan bahwa tidak benar jika program ini dihentikan oleh Pj Bupati. Menurutnya, masalahnya bukan karena kebijakan yang diubah oleh pejabat lama, melainkan karena tantangan dalam memenuhi persyaratan program UHC Non Cut Off.

Selain itu, dr. Deni juga menjelaskan bahwa anggaran Dinas Kesehatan Batubara sendiri masih terbatas. Untuk mengaktifkan kepesertaan 75% penduduk yang terdaftar, dibutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp12 miliar, yang belum tersedia.

Lebih lanjut, dr. Deni menyatakan bahwa perubahan anggaran di pemerintah daerah tidak bisa dilakukan sembarangan. “Anggaran yang sudah diketok di APBD tidak bisa digeser, kecuali pada saat Perubahan APBD (P-APBD) yang hanya dilakukan sekali setahun, sekitar bulan September,” jelasnya.

Baca Juga  Dandim 0208/Asahan Lepas Cuti Tahunan Prajurit Kodim 0208/Asahan

Antara Janji Politik dan Realita Lapangan

Janji Zahir untuk mempermudah akses layanan kesehatan hanya dengan KTP mungkin terdengar menggiurkan bagi banyak warga, terutama bagi mereka yang kesulitan mengurus BPJS. Namun, penjelasan dari dr. Deni memperlihatkan tantangan nyata yang dihadapi oleh pemerintah daerah, baik dari segi teknis maupun anggaran.

Isu kesehatan memang selalu menjadi salah satu topik penting dalam kampanye politik, tetapi realisasinya sering kali tergantung pada banyak faktor yang kompleks.

Masyarakat Batubara dihadapkan pada pilihan: apakah janji politik Zahir-Aslam dapat mengatasi masalah ini, atau apakah tantangan teknis dan anggaran akan tetap menjadi penghalang untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses?

Pada akhirnya, Pilkada bukan hanya soal janji, tetapi juga soal kemampuan untuk menghadapi realitas dan tantangan yang ada di lapangan. ***

Berita Terkait

Evaluasi Kartu HEBAT Mahasiswa, Pemkab Murung Raya Perkuat Ketepatan Sasaran
Bupati Heriyus: APBD Murung Raya Tepat Sasaran dan Beri Manfaat Nyata Bagi Masyarakat
Perubahan APBD 2026 Murung Raya Difokuskan pada Pembangunan dan Pelayanan Publik
Polres Batu Bara Menggelar Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti
Silaturahmi H Ahmad Hadian dan HNSI Batu Bara Berlangsung Hangat, Bahas Persoalan Nelayan
Pemkab Murung Raya Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
Boni Hargens Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Teguh Santosa: Rusia Bantah Spekulasi Liar dari Pertemuan Prabowo dan Putin di Vladivostok

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:15 WIB

Evaluasi Kartu HEBAT Mahasiswa, Pemkab Murung Raya Perkuat Ketepatan Sasaran

Jumat, 11 September 2026 - 23:13 WIB

Bupati Heriyus: APBD Murung Raya Tepat Sasaran dan Beri Manfaat Nyata Bagi Masyarakat

Jumat, 11 September 2026 - 00:44 WIB

Perubahan APBD 2026 Murung Raya Difokuskan pada Pembangunan dan Pelayanan Publik

Kamis, 10 September 2026 - 16:07 WIB

Polres Batu Bara Menggelar Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti

Rabu, 9 September 2026 - 16:19 WIB

Silaturahmi H Ahmad Hadian dan HNSI Batu Bara Berlangsung Hangat, Bahas Persoalan Nelayan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page