
MEDAN — Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara bersama Raja Tanjung Kasau, DYM Tengku Ismed Indra, hadir dalam Ritus Jamu Sungai Deli yang digelar di Bantaran Sungai Deli, Jalan Avros, Kota Medan, Selasa (05/11).
Kehadiran tersebut dipimpin langsung oleh Raja Tanjung Kasau, DYM Tengku Ismed Indra, yang didampingi jajaran Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara, yakni Jubir Majelis Dato’ Zulham Efendi, Setiausaha Majelis Raisha Ramadhan, Kuasa Hukum Majelis Viktor Oktavianus, SH, Anggota Kerabat Kerajaan Tanjung Kasau Wan Afif, dan Dato’ Askar Setia Diraja.
Kehadiran Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara dan Kerajaan Tanjung Kasau ini menjadi wujud nyata komitmen menjaga marwah Melayu dan memperkuat silaturahmi antar kerajaan Melayu di Sumatera Utara. Dalam acara tersebut, rombongan bersilaturahmi dengan Sultan Deli XIV, Sri Paduka Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, serta unsur Pemerintah Kota Medan.
Acara Jamu Sungai Deli juga dihadiri Anggota DPRD Kota Medan Syaiful Ramadhan, Wali Kota Medan yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan Dr. Drs. H. Citra Effendi Capah, M.SP., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution, S.STP., M.AP., pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, dan para undangan.
Jamu Sungai Deli merupakan tradisi pelestarian warisan budaya Melayu Deli yang melibatkan pemerintah dan kesultanan untuk menghormati sungai sebagai bagian dari peradaban masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi ritual adat, doa bersama, penyebaran benih ikan, dan pertunjukan seni budaya Melayu dengan tema “Kebudayaan Menjaga Pelestarian Sungai dan Menyebar Benih Ikan”.
Bagi Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara dan Kerajaan Tanjung Kasau, kehadiran dalam acara ini bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kearifan lokal. Melalui ritus ini, masyarakat diingatkan bahwa sungai bukan sekadar aliran air, melainkan sumber kehidupan, sejarah peradaban, dan identitas budaya yang harus dirawat dan dijaga bersama.
Melalui momentum ini, Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara dan Kerajaan Tanjung Kasau menegaskan semangat Adat Dijunjung, Marwah Dijaga, Melayu Bersatu dan Berdaya. Pelestarian tradisi, perlindungan lingkungan, dan keterlibatan masyarakat diharapkan dapat terus tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda, agar warisan budaya dan alam Melayu dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Penulis : Red








