Seorang IRT di Batu Bara Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah 

- Penulis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Korban di Puskesmas Kedai Sianam.

 

BATU BARA — Seorang ibu rumah tangga, Jamilah, 51 tahun, warga Dusun II Desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh Pesisir ditemukan tewas gantung diri di gudang belakang rumahnya.

‎Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Lima Puluh AKP Salomo Sagala, Rabu (7/10/2026). Salomo mengatakan korban diketahui telah meninggal dunia dengan dugaan gantung diri pada Senin 5 Oktober 2026 sekira pukul 22.30 WIB.

‎Beberapa saat sebelum ditemukan tewas tergantung dengan selendang yang melilit lehernya, anak korban

‎Nur Shakina yang masih duduk dibangku sekolah dasar terbangun saat melihat ibunya tidak berasa di sampingnya.

‎Anak tersebut lalu membangunkan Syamrizal alias Buyung, 53 tahun,  yang merupakan ayahnya dan tidur di kamar terpisah untuk menanyakan kemana ibunya. Karena sang ayah tidak tahu, akhirnya ayah dan anak mencari di sekitar rumah.

‎Setelah dicari akhirnya Jamilah ditemukan tergantung menggunakan selendang di gudang dapur rumah mereka.

‎Buyung kemudian memanggil tetangganya Tarmizi, 33 tahun dan Elda, 35 tahun dan bersama-sama melakukan pemeriksaan nadi dan hidung.

‎Mereka kemudian menurunkan korban dan mengetahui bahwa korban telah meninggal dunia.

‎Kepala Desa Perupuk Anton Sarkowi yang menerima Khabar dari Buyung langsung menghubungi Polsek Lima Puluh.

‎Menerima informasi, Kapolsek Lima Puluh AKP Salomo Sagala bersama anggota langsung datang ke TKP bersama Dokter Puskesmas Kedai Sianam.

‎Di TKP, tim melakukan olah TKP, pengecekan terhadap korban, mengambil keterangan dari saksi-saksi, mengamankan selendang yang digunakan korban serta memasang police line.

‎Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kedai Sianam untuk mendapatkan visum luar.

‎Namun karena salah seorang kerabat korban mencurigai kematian korban akhirnya meminta Polres Batu Bara melakukan pengusutan.

‎Akhirnya personel Unit Resum Sat Reskrim Polres Batu Bara menjemput Buyung dan membawanya ke Sat Reskrim Polres Batu Bara pada Selasa (6/10/2026).

‎Penjemputan Buyung yang merupakan suami korban dibenarkan Kanit Resum Sat Reskrim Polres Batu Bara Ipda Ade Sundoko Masry.

‎”Betul, suami korban telah menjalani pemeriksaan sejak Selasa sore hingga saat ini atas pengaduan kerabat korban yang curiga atas kematian korban. Meski begitu statusnya masih sebagai saksi,” jelas Ade.

‎Karena adanya kecurigaan kerabatnya, akhirnya jenazah korban dibawa ke rumah sakit di Medan guna dilakukan otopsi.

‎”Jadi saat ini kita masih menunggu hasil otopsi dari Medan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban,” tutup Ade.

(Ebs/Tim)

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Tanjung Balai Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Sirantau
Bansos Turun, Anggaran Makan-Minum Naik, Mahasiswa Banten Protes
Dua Kali Tersambar Petir Saat Melaut, Nelayan Tanjung Tiram Alami Luka Bakar
Satu Rumah di Cirendeu Ilir Tangsel Terbakar, RW Buka Donasi untuk Korban
Karhutla di Kalteng Turun Drastis, dari 500 Ribu Jadi 7 Ribu Hektare
Sanggar Potang Iring Labuan Bajo Buka Donasi untuk Korban Gempa di Manggarai
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Desa Sentang Nibung Hangus
Angin Kencang Porak Porandakan Rumah Warga Sei Balai

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Seorang IRT di Batu Bara Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah 

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Wakil Wali Kota Tanjung Balai Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Sirantau

Jumat, 25 September 2026 - 18:55 WIB

Bansos Turun, Anggaran Makan-Minum Naik, Mahasiswa Banten Protes

Senin, 14 September 2026 - 14:54 WIB

Dua Kali Tersambar Petir Saat Melaut, Nelayan Tanjung Tiram Alami Luka Bakar

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Satu Rumah di Cirendeu Ilir Tangsel Terbakar, RW Buka Donasi untuk Korban

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page