Subuh Keliling Suyudi Dinilai Efektif Menembus Sekat Polisi dan Warga

- Penulis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto

JAKARTA — Program Subuh Keliling dan Jumat Keliling yang pernah diterapkan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat menjabat Kapolda Banten dinilai menjadi pendekatan humanis untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat.

Pemerhati hukum dan kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Saputra Hasibuan, mengatakan pola pendekatan tersebut layak diterapkan di seluruh kepolisian daerah (Polda) di Indonesia.

Menurut dia, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak semestinya hanya terlihat ketika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Program ini sangat menyentuh masyarakat. Polisi hadir bukan hanya saat terjadi gangguan keamanan, tetapi hadir bersama masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ini cara yang sangat baik membangun kepercayaan publik,” kata Edi, Jumat, 2 Oktober 2026.

Baca Juga  Boni Hargens Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Edi mengaku beberapa kali mengikuti kegiatan Subuh Keliling dan Jumat Keliling bersama Suyudi ketika menjabat Kapolda Banten. Ia menyebut respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat positif.

Menurut Edi, salah satu kekuatan program itu terletak pada pola komunikasi langsung antara pejabat kepolisian dan warga. Kapolda tidak hanya datang ke masjid untuk melaksanakan ibadah bersama masyarakat, tetapi juga berdialog dan berinteraksi dalam suasana yang lebih informal.

“Bayangkan, banyak masjid di Banten yang sebelumnya tidak pernah didatangi pejabat. Tiba-tiba Kapolda hadir salat Subuh bersama masyarakat, kemudian sarapan dan berdialog bersama.

Tidak ada sekat antara pejabat dan rakyat. Ini kekuatan pendekatan humanis Polri,” ujarnya.

Baca Juga  Wajah Baru Polantas Indonesia, Polri terus Berbenah

Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2012–2016 itu mengatakan kedekatan antara polisi dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga kamtibmas.

Interaksi langsung, menurut dia, dapat membuka ruang komunikasi sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan warga.

Karena itu, Edi mendorong agar pola pendekatan seperti Subuh Keliling dan Jumat Keliling dapat dikembangkan di wilayah lain dengan menyesuaikan karakteristik masyarakat setempat.

Bagi kepolisian, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial. Interaksi yang berlangsung secara langsung dapat menjadi ruang untuk mendengar persoalan warga sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara polisi dan masyarakat.

Penulis : Amartus Rahakbauw K

Berita Terkait

Polsek Teluk Nibung Tampung Aspirasi Warga Lewat Kegiatan Jumat Curhat
Polres Tanjung Balai Sebar Personel Amankan Salat Jumat
Polres Tanjung Balai Tingkatkan Keamanan Malam Hari Lewat Patroli Blue Light
Prabowo Lantik Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional
Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan, Sat Lantas dan Tim Gabungan Gelar Operasi di PKB
Sosialisasi SPMB Kemala Taruna Bhayangkara, Polsek Datuk Bandar Sambangi SMP IT Darul Fikri
DPR Sahkan Kapolri Baru, Komjen Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit
Kapolres Tanjung Balai Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Kapolsek Teluk Nibung

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Subuh Keliling Suyudi Dinilai Efektif Menembus Sekat Polisi dan Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Polsek Teluk Nibung Tampung Aspirasi Warga Lewat Kegiatan Jumat Curhat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Polres Tanjung Balai Sebar Personel Amankan Salat Jumat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Polres Tanjung Balai Tingkatkan Keamanan Malam Hari Lewat Patroli Blue Light

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Prabowo Lantik Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page