BATU BARA — Aksi tawuran antar dua kelompok remaja kembali pecah di Jalan Rakyat, depan Gang Jogja, tepatnya depan Sekolah Dasar kawasan Pajak Tanjung Tiram, Kelurahan Tanjung Tiram, pada Minggu 21/6/2026, sekitar pukul 12:20 Wib.
Peristiwa diduga dipicu dari saling ejek dua kelompok hingga terjadi saling lempar berbagai bentuk benda keras. Akibatnya, pecahan botol dan batu berserakan di badan jalan sehingga sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
Kanit Reskrim Polsek Talawi, IPDA BZ Damanik, membenarkan terjadinya tawuran tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan keterangan sementara, kedua kelompok saling menyalahkan terkait siapa yang pertama kali memulai aksi provokasi.
“Awalnya terjadi saling ejek. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan siapa yang lebih dulu memulai karena masing-masing pihak saling menuduh,” ujar IPDA BZ Damanik.
Ia menjelaskan, situasi kemudian berkembang menjadi aksi saling serang dengan menggunakan batu, kayu, senjata tajam, serta benda yang dibakar menggunakan minyak bensin.
Dari hasil pendataan sementara, peserta tawuran didominasi anak-anak dan remaja. Polisi menyebut sebagian di antaranya diduga sudah tidak lagi bersekolah. Selain dipicu saling ejek, aparat menduga terdapat faktor lain yang turut memengaruhi, seperti kondisi sosial, ekonomi, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia di lingkungan setempat.
IPDA BZ Damanik menambahkan, upaya pencegahan sebenarnya telah dilakukan sebelumnya. Pada Jumat (17/4/2026), Kapolsek Talawi AKP Arianto Sitorus bersama Camat Talawi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan menggelar musyawarah di Musholla Al-Ikhlas, Jalan Rakyat, Lingkungan VII, Kelurahan Tanjung Tiram.
Dalam musyawarah tersebut disepakati pembentukan pos piket jaga di setiap desa di wilayah Kecamatan Tanjung Tiram yang didukung personel piket fungsi Polsek Talawi sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terulangnya aksi tawuran, terangnya.
(H76)




















