Labuan Bajo, NTT — TempoTimur.com
Dalam rangka menyukseskan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Satuan Polisi Pamong Praja dalam hal ini, Bidang Pemadam Kebakaran melakukan Sosialisasi Dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran di Kantor Sat Pol PP dan di hadiri oleh perwakilan pemilik usaha hotel, restoran, toko, dan personalia Pol PP, Selasa, (2/12/2025) pagi.
Mempertegas semboyan Pemerintah Manggarai Barat yakni “ Mabar Bangkit Menuju Mabar Semakin Mantap ” .
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Manggarai Barat melalui Bidang Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Manggarai Barat, mengimplementasikannya melalui program dan kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan dan Penyelamatan kebakaran non kebakaran.
Sehubungan dengan maksud tersebut diharapkan peserta yang hadir dapat memperoleh pengetahuan tentang tindakan Pencegahan dan Penanggulangan jika terjadi kebakaran. Kabupaten Manggarai Barat semakin hari semakin maju, apalagi kota Labuan Bajo sebagai pariwisata super premium.
Tomas Julio Bolar Kasie Pencegahan Kebakaran Ketika di wawancara oleh awak media tempo.timur menyampaikan, “Dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur dan personil pemadam kebakaran, juga sebagai media edukasi terhadap masyarakat, terkhusus pelaku usaha tentang pengetahuan penanggulangan bencana kebakaran serta meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran” Jelas Tomas.
“Dan di harapkan dari kegiatan ini peserta sosialisasi dapat menyebarkan informasi hasil kegiatan sosialisasi ini, Bidang Damkar berkomitmen untuk terus melakukan edukasi serta informasi tentang penanggulangan kebakaran kepada masyarakat luas”. Beber Thomas Julio
Sebagai kota Super Premium tentu banyak bangunan, gedung, fasilitas pemerintahan, tempat-tempat usaha seperti Hotel, Restoran yang telah dibangun tidak didukung oleh standar keselamatan dan keamanan dengan pemasangan instalasi pemadam kebakaran.
Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kejadian kebakaran gedung rumah penduduk maupun lahan terbuka setiap tahun, sehingga meningkat pula kekwatiran warga akan keselamatan jiwa mereka, akibat kebakaran.
Diharapkan melalui kegiatan Sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran hari ini, kita semua tahu dan paham bagaimana cara melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada tempat tinggal kita semua. Selain itu, kami juga berharap ada nilai tambah berupa wawasan dan pengetahuan baru bagi kita semua untuk diimplementasikan ditempat kerja kita masing-masing.
Meningkatkan kapasitas sumber daya Aparatur Damkar, agar lebih sigap dan profesional dalam melaksanakan tugas Pokok dan fungsinya.
MATERI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN
Presentasi materi pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta praktek simulasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan alat pemadam kebakaran menggunakan media karung Goni atau Fair Blanket.
MANFAAT SOSIALISASI DAN SIMULASI PENANGGULANGAN KEBAKARAN
1. Memahami pengetahuan dasar tentang tata cara pola pencegahan dan penanggulanagan kebakaran.
2. Meningkatkan mutu kemampuan para pegawai dan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran.
3. Memiliki kepekaan, kesiap-siagaan, tanggap dan reaktif terhadap ancaman dan bahaya kebakaran yang terjadi ditempat tinggal kita masing-masing.
4. Menguasai teknik dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
5. Mengetahui dan memahami bagaimana cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan penggunaan media tradisional berupa karung tebal atau kain tebal dalam mencegah kebakaran.
6. Mengetahui bagaimana cara mencegah tau menanggulangi api kecil sehingga tidak menimbulkan kebakaran besar yang dapat menimbulkan korban harta benda dan korban jiwa.
7. Meningkatkan kewaspadaan warga terhadap pemicu terjadinya kebakaran ditempat tinggal kita masing-masing.
Dalam pembukaannya Kasat Pol PP Yeremias Ontong,
Oleh karena itu, kegiatan hari ini memiliki dua tujuan utama:
“1. Peningkatan Pengetahuan (Sosialisasi): Memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai potensi risiko, regulasi keselamatan kebakaran, dan teknik pencegahan yang efektif.
2. Peningkatan Kesiapsiagaan (Simulasi): Melatih kita secara langsung (praktik) bagaimana bertindak cepat, tepat, dan aman saat terjadi situasi darurat, termasuk penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan prosedur evakuasi “. Jelasnya
Kegiatan serupa telah dilaksanakan di beberapa Kecamatan yakni: Kecamatan Pacar,Boleng dan Lembor. Sosialisasi yang sama akan terus dilakukan secara masif di tahun-tahun yang akan datang.
Pemerintah Daerah berharap, agar setelah kegiatan ini, peserta sosialisasi dapat menjadi agen perubahan dan perpanjangan tangan, dalam mensosialisasikan standar keselamatan di lingkungan kerja masing-masing.
” Stakeholder wajib memiliki Tim Tanggap Darurat yang terlatih dan fasilitas keselamatan yang memadai “. Pungkas Yeremias.
Penulis : Ricky




















