Jakarta — Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) yang juga dikenal sebagai Counter Polri, Agus Flores, kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait polemik besar yang tengah memanas di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP),Rabu 26 November 2025
Ia menegaskan bahwa seluruh data terkait dugaan pelanggaran berat di kawasan tersebut yang ia kumpulkan sejak era Presiden Joko Widodo, kini telah berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
Agus mengatakan, persoalan IMIP sejak awal bukanlah perkara sederhana yang cukup ditangani dengan pendekatan penegakan hukum biasa.
“Saya sudah bilang ke Pak Jokowi: jangan turunkan Polisi dulu. Biar PKH yang turun. Persoalan ini levelnya bukan operasi biasa, ini ujian apakah negara benar-benar berani bersih-bersih,” tegasnya.
Menurut Agus, selama bertahun-tahun banyak pihak dianggap bersembunyi di balik kekuatan modal, jaringan bisnis raksasa, dan pengaruh politik. Namun situasi kini disebut memasuki babak baru setelah data-data penting berada di level tertinggi pengambil kebijakan negara.
“Dengan data itu sudah di meja Presiden Prabowo, jangan mimpi kalian bisa sembunyi. IMIP harus dibongkar sampai akar-akarnya,” ujarnya.
Agus juga menyoroti kemunculan berbagai narasi serangan terhadap aparat kepolisian di media sosial yang menurutnya merupakan tanda ketakutan pihak-pihak tertentu.
“Medsos ribut menyerang Polisi itu biasa. Itu suara kelompok yang gelisah, kelompok yang selama ini hidup di area abu-abu. Mereka mencoba mengaburkan fakta, tapi negara tidak boleh tunduk pada permainan mereka,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Agus Flores mendesak penegak hukum dan pemerintah untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu.
“Kalau negara mau bersih, bongkar IMIP sampai selesai. Jangan ada yang dilindungi. Saya sudah serahkan datanya, tinggal keberanian negara mengeksekusi,” tutupnya.
Polemik IMIP kini menjadi sorotan publik nasional, dan pernyataan keras ini diprediksi akan memicu dinamika baru dalam proses penegakan hukum serta pembenahan tata kelola industri strategis di Indonesia.
Penulis : TempoTimur/FRN/Ham















