Guru dan Jurnalis: Penjaga Cahaya Peradaban

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Langit Jepang pernah hitam. Dua kota, Hiroshima dan Nagasaki — menjadi saksi ketika api perang menghapus cahaya kehidupan. Rumah-rumah rata dengan tanah, sekolah tinggal abu, dan harapan seperti hilang dihembus angin panas bom atom. Dunia menatap Jepang dengan iba; banyak yang berkata, “Negeri itu takkan pernah bangkit lagi.”

Namun mereka lupa, bahwa puing-puing bukan akhir bagi bangsa yang masih punya guru.

Dari reruntuhan, berdirilah sosok-sosok sederhana dengan hati yang besar — para guru. Mereka tak membawa senjata, hanya papan tulis tua, kapur putih, dan semangat untuk menanamkan harapan di dada anak-anak yang kehilangan segalanya.
Mereka mengajarkan bukan hanya membaca dan berhitung, tapi juga arti tanggung jawab, ketulusan, dan cinta tanah air.
Satu demi satu, anak-anak itu tumbuh menjadi insinyur, dokter, penulis, pemimpin, dan jurnalis yang menyalakan kembali cahaya negeri mereka.

Baca Juga  Mengidap Penyakit Lever Menahun Amat Basrah Harapkan Uluran Tangan

Begitulah Jepang bangkit — bukan dari baja, tapi dari pena dan hati para guru.

Kini, lihatlah negeri-negeri lain yang masih sibuk menertawakan profesi mulia.
Ada yang memandang guru sebagai pekerjaan kecil.
Ada pula yang menyepelekan jurnalis — mereka yang menulis dengan keringat, menelusuri kebenaran demi membuka mata banyak orang.
Padahal tanpa jurnalis, dunia akan buta. Tanpa guru, dunia akan bisu.

Orang angkuh mungkin tertawa, tapi sejarah selalu berpihak pada mereka yang bekerja dengan hati.
Guru dan jurnalis bukan pencari tepuk tangan, melainkan penjaga peradaban.
Mereka menulis, mengajar, dan berjuang agar generasi berikutnya tak lagi hidup dalam kegelapan.

Maka, jangan remehkan profesi yang menyalakan pikiran dan nurani.
Karena dari tangan seorang guru, lahir para pemimpin.
Dan dari pena seorang jurnalis, lahir kesadaran bangsa.

Baca Juga  Terkait Dugaan Pungli, Ini Penjelasan Kepala Lapas Kelas lll Labuha

Jika dunia hari ini masih punya cahaya, maka itu datang dari mereka yang tetap setia menulis dan mengajar — meski dunia menertawakannya.
Mereka adalah wajah sejati dari kebangkitan.

 

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

DPP PKB Percayakan Mahyono Pimpin DPC PKB Murung Raya Periode 2026–2030
Bupati Heriyus Pimpin Rapat Pemantapan Pelaksanaan MTQ KORPRI VIII Tingkat Provinsi Kalteng
Viral Makanan MBG Berulat Dalam Omprengan, Masyarakat Minta Bupati Tutup Operasional MBG Yang Lalai
Ketua IWO Batu Bara Angkat bicara, Masyarakat Berhak Mengetahui Penggunaan Dana Desa 
Dubes Korut yang Baru Bisa Bahasa Indonesia, Ini Kata Ketua Perhimpunan Persahabatan
JMSI Sumut Dukung Langkah Tegas Polrestabes Medan Berantas Kejahatan
Komandan POM Fakfak Ajak Warga Jaga Keamanan dan Kondusivitas Selama Piala Dunia 2026
Gerakan Pangan Murah Hadir di Kelurahan Beriwit, Bantu Warga Dapatkan Sembako Bersubsidi

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:42 WIB

DPP PKB Percayakan Mahyono Pimpin DPC PKB Murung Raya Periode 2026–2030

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:44 WIB

Bupati Heriyus Pimpin Rapat Pemantapan Pelaksanaan MTQ KORPRI VIII Tingkat Provinsi Kalteng

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:16 WIB

Viral Makanan MBG Berulat Dalam Omprengan, Masyarakat Minta Bupati Tutup Operasional MBG Yang Lalai

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:45 WIB

Ketua IWO Batu Bara Angkat bicara, Masyarakat Berhak Mengetahui Penggunaan Dana Desa 

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:11 WIB

Dubes Korut yang Baru Bisa Bahasa Indonesia, Ini Kata Ketua Perhimpunan Persahabatan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page