Labuan Bajo — Gelombang protes terus terjadi di berbagai daerah di Indonesia, gelombang demonstrasi yang mengguncang Jakarta sejak Senin, 25 Agustus 2025, ikut menjadi perhatian masyarakat di berbagai daerah, termasuk masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua GP Ansor Manggarai Barat Rusliadi mengimbau “agar seluruh anggota dan kader untuk tidak melakukan demonstrasi anarkis yang dapat merusak fasilitas umum, terutama di tempat wisata”.
Meskipun demonstrasi merupakan salah satu bagian dari demokrasi yang dilindungi undang-undang tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum berdasarkan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.
Namun, “Sungguh disayangkan jika penyampaian pendapat di muka umum berujung ricuh bahkan sampai terjadi perusakan fasilitas umum”. Rusliadi menyampaikan keprihatinannya melalui media ini “Semua fasilitas itu sejatinya untuk kepentingan orang banyak, dengan merusaknya, maka dapat merugikan kepentingan masyarakat banyak dan oknum yang merusak akan mendapatkan konsekuensi hukum”.
Oleh karena itu, “GP Ansor Manggarai Barat mengajak seluruh kader untuk menyampaikan pendapat dengan cara-cara yang elegan dan terhormat”.Tegasnya
GP Ansor Manggarai Barat berkomitmen akan menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Manggarai tercinta serta meningkatkan kesadaran kader akan pentingnya menyampaikan pendapat dengan cara yang damai dan bertanggung jawab.
“Silahkan melakukannya dengan tata cara elegan dan terhormat, karena sesungguhnya merusak fasilitas umum itu dilarang, apapun alasannya,” pungkas Rusdiadi
Ricky.
Penulis : Ricky











