BRIDA Papua Barat Dorong Konservasi Ikan Endemik Perairan Prafi yang Terancam Punah

- Penulis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Manokwari — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat menegaskan pentingnya konservasi ikan endemik perairan Kema yang kini berstatus terancam punah. Hal ini disampaikan Sekretaris BRIDA Papua Barat, Erens Ngabalin, S.Hut., MP, mewakili Kepala BRIDA Prof. Dr. Charly D. Heatubun, M.Si, melalui pesan WhatsApp kepada jurnalis Tempo.Timur.com, Jumat siang (15/8/2025).

Menurut Erens, ikan endemik yang ditemukan di perairan pegunungan pada tahun 1990 di sungai prafi distrik warmare ini memiliki peran penting dalam ekosistem perairan dan menjadi indikator kualitas lingkungan.

“Populasi ikan ini banyak di daerah hulu yang hutannya masih terjaga. Namun, ketika memasuki daerah tengah dan hilir, jumlahnya menurun akibat aktivitas manusia,” jelas Erens.

Baca Juga  BRIDA Papua Barat Raih Penghargaan Nasional dari BRIN Sebagai Penggerak Riset dan Inovasi Daerah 2025

Ia menegaskan, penurunan populasi ikan endemik ini berkaitan erat dengan tata kelola lingkungan yang kurang baik. Aktivitas manusia seperti pembukaan lahan, pembangunan, dan degradasi habitat menjadi ancaman serius bagi kelestariannya.

Erens mengapresiasi peran UNIPA Manokwari yang mempresentasikan hasil penelitian ini. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat, dan lembaga keagamaan penting untuk mendorong riset dan inovasi berbasis pelestarian sumber daya alam.

“Papua adalah surga kecil yang Tuhan turunkan ke bumi. Masih banyak potensi alam yang belum tergali, dan penelitian ini contoh nyata yang harus kita dukung,” ujarnya.

BRIDA Papua Barat berharap pemerintah daerah dapat menjadikan temuan ini sebagai dasar kebijakan perlindungan habitat dan pengelolaan lingkungan. Erens mengingatkan bahwa hilangnya satu spesies dapat memicu hilangnya spesies lain dalam rantai ekosistem.

Baca Juga  Camat Meranti Menghadiri Undangan Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Desa Serdang 2025

“Kalau makhluk hidup kecil punah, yang lain juga akan ikut punah. Kita tidak ingin warisan alam ini hanya tinggal cerita,” tegasnya.

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Tanjung Balai Dukung Para Atlet Kontingen Airsoft ABU Ikuti FORPROV Sumut
Polres Fakfak dan BPBD Salurkan 11.000 Liter Air Bersih untuk Warga Air Merah
Direktur PDAM Fakfak Minta RT Pastikan Titik Distribusi Air Gratis
Enam dari 13 Koperasi Merah Putih di Fakfak Rampung, Kodim Targetkan Selesai Sebulan
Wakil Wali Kota Fadly Abdina Terima Audiensi DPC PWKI Tanjung Balai 
Κanim ТВA Perluas Akses Layanan Paspor Melalui Berbagai Titik Pelayanan 
Wakil Wali Kota Tanjung Balai Hadiri Pengukuhan Ameriza Ma’ruf Moesa Sebagai Kepala Perwakilan BI Sumut
Tinjau Langsung RS Abdul Jalil Meliala, Wali Kota Tanjung Balai Minta Pemilik Selesaikan Izin Operasional

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Wakil Wali Kota Tanjung Balai Dukung Para Atlet Kontingen Airsoft ABU Ikuti FORPROV Sumut

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Polres Fakfak dan BPBD Salurkan 11.000 Liter Air Bersih untuk Warga Air Merah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Direktur PDAM Fakfak Minta RT Pastikan Titik Distribusi Air Gratis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Enam dari 13 Koperasi Merah Putih di Fakfak Rampung, Kodim Targetkan Selesai Sebulan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Κanim ТВA Perluas Akses Layanan Paspor Melalui Berbagai Titik Pelayanan 

Berita Terbaru

Berita Utama

Darurat Karhutla, Mendagri Larang Total Pembakaran Lahan

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:42 WIB

You cannot copy content of this page