TempoTimur.com — Di tengah gegap gempita pameran nasional yang digelar di jantung Kota Balikpapan, sebuah momentum indah terjadi—sebuah pertemuan yang bukan hanya soal produk budaya, tetapi juga tentang pengakuan dan pengharapan yang perlahan menjadi nyata.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., hadir dengan penuh semangat bersama sang istri, Ny. Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud. Keduanya menyempatkan waktu mengunjungi stan Papua Barat dalam perhelatan akbar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung megah dan penuh warna.
Kunjungan itu tidak sekadar seremonial. Wali Kota dan istrinya tampak benar-benar terpesona oleh kekayaan budaya yang ditampilkan oleh perwakilan Papua Barat. Dengan senyum tulus, mereka disambut oleh dua sosok perempuan luar biasa dari ujung timur Indonesia: Ny. Lani Lasanggi Lakotani, istri Wakil Gubernur Papua Barat, dan Ny. Sitti Mardiana Temongmere, istri Sekretaris Daerah Papua Barat.
Keduanya tampil bersahaja namun anggun, memperkenalkan satu per satu hasil kerajinan khas daerah—noken yang dirajut tangan, ukiran kayu bermakna filosofis, dan perhiasan dari bahan alam yang dirangkai dengan cinta dan doa.
Wali Kota Rahmad Mas’ud pun memberikan apresiasi tulus. “Ini lebih dari sekadar karya seni. Ini adalah wujud iman dan semangat masyarakat Papua Barat yang begitu mencintai tanahnya, budayanya, dan tentu saja Tuhannya,” ungkapnya.
Sementara Ny. Nurlena Rahmad Mas’ud menambahkan, “Kami benar-benar merasakan kehangatan dan kekuatan spiritual dari setiap kerajinan yang dipamerkan. Papua Barat membawa berkat dalam bentuk yang nyata.”
Di balik stan itu, terselip kisah panjang tentang masyarakat Papua Barat yang terus memuji kebesaran Tuhan, meski berada jauh di ujung timur negeri. Mereka tidak pernah lelah berdoa, dan kini, satu demi satu, doa-doa itu dijawab—melalui perhatian nasional, kerja keras, dan kesempatan untuk tampil sejajar dengan daerah lain di Indonesia.
Ny. Lani Lakotani menyampaikan rasa syukur mendalam. “Kami tidak membawa sekadar barang pameran. Kami datang membawa hati yang penuh syukur, karena hari ini dunia melihat bahwa Papua Barat tidak tertinggal. Tuhan mendengar doa kami.”
Begitu pula Ny. Sitti Mardiana Temongmere, yang mengaku bangga menjadi bagian dari peristiwa ini. “Inilah hasil dari kesetiaan dalam pelayanan dan pengabdian. Kami percaya, selama nama Tuhan ditinggikan, nama Papua Barat juga akan diangkat.”
Dalam suasana penuh kekeluargaan, tepuk tangan dan sapaan ramah menggema. Pengunjung yang hadir pun terpikat, banyak yang tertahan lama di stan Papua Barat. Tak sedikit yang membeli hasil kerajinan, bukan hanya karena keindahannya, tetapi karena mereka tahu—di balik setiap simpul dan ukiran, ada kisah iman dan perjuangan.
Papua Barat, sang Cenderawasih dari ufuk timur, sekali lagi menunjukkan bahwa keindahan sejati lahir dari hati yang berserah dan tangan yang tekun berkarya. Kini, bukan hanya kota mereka yang dikenal, tetapi juga semangat mereka yang tak pernah padam.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K




















