TEMPO TIMUR, Manokwari — Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar ibadah awal bulan sekaligus pertemuan bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan tenaga honorer pada Senin (7/7/2025) di Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari.
Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Kristovel Rumasep dan Dr. Firman yang membawakan Firman Tuhan. Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pelayan Firman serta seluruh peserta ibadah.
Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus menyampaikan pesan tegas dan menyentuh kepada seluruh pegawai. Ia menekankan pentingnya semangat pelayanan, disiplin kerja, dan keteladanan dari seluruh pejabat struktural, mulai dari kepala dinas, kepala badan, kepala biro, hingga staf.
“Tuhan yang Maha Kuasa memberi kita hidup, pekerjaan, dan tanggung jawab. Maka, mari kita saling mendoakan dan saling menguatkan dalam tugas. Jangan abaikan pekerjaan karena kemalasan atau mencari-cari alasan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Papua Barat sangat bergantung pada komitmen bersama untuk melayani rakyat, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan pembangunan infrastruktur.
“Kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kalau ada program, jalankan! Jangan cuma duduk di belakang meja. Ini bukan soal jabatan, tapi soal tanggung jawab dan hati,” katanya.
Gubernur juga menyoroti kedisiplinan pegawai, terutama soal kehadiran. Ia menyebut banyak ASN yang tercatat hadir secara sistem, namun tidak berada di kantor.
“Absensi itu bukan formalitas. Kalau malas, harus dibina. Kalau kepala biro tidak hadir tanpa alasan yang jelas, lebih baik mundur saja! Kita butuh pemimpin yang menjadi teladan, bukan yang bolos, mabuk, atau bersembunyi di balik alasan sakit yang tidak terbukti,” tegasnya.
Ia mengingatkan kembali bahwa menjadi ASN bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi adalah panggilan untuk melayani rakyat dan Tuhan.
“Jangan biarkan kursi di kantor kosong tanpa jiwa. Kita butuh pegawai dan pemimpin yang bisa diandalkan, punya semangat dan komitmen membangun tanah Papua Barat,” ucapnya dengan suara lantang.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pegawai untuk terus menjaga semangat ibadah, kerja keras, dan kesadaran bahwa tugas mereka adalah bentuk ibadah kepada Tuhan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Dua jam saja dalam sehari untuk Tuhan bisa memberi kekuatan bagi 22 jam lainnya untuk bekerja. Mari jadikan pelayanan ini sebagai ibadah,” tutupnya.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K




















