Pdt. Maniani: Stop Tambang Nikel di Raja Ampat, Alam Bukan untuk Dijual!

- Penulis

Kamis, 12 Juni 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Sorong — Pdt. Alexander Maniani angkat bicara keras soal isu pertambangan nikel di wilayah Raja Ampat. Dalam konfirmasi via WhatsApp kepada Jurnalis Tempo.Timur.com Kamis pagi (12/6/2025),pukul 10.13 WIT, ia menyatakan sikap tegas mendukung pencabutan izin tambang oleh pemerintah pusat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mendengar suara rakyat Papua dan mencabut izin tambang nikel di Raja Ampat. Ini langkah tepat untuk menyelamatkan masa depan,” ujar Pdt. Maniani.

Menurutnya, Raja Ampat bukan wilayah yang bisa diperlakukan seperti lahan eksploitasi. Ia menyebut Raja Ampat sebagai “surga kecil yang jatuh ke bumi” yang harus dijaga bersama, terutama oleh masyarakat adat selaku pemilik hak ulayat.

Baca Juga  Peringatan Hari Lahir Pancasila, DPRD Murung Raya Ajak Masyarakat Perkokoh Ideologi Pancasila

“Saya menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua, khususnya yang di Raja Ampat: jangan tergoda oleh tambang. Alam ini adalah warisan untuk anak cucu. Pulau itu mama, dan lautan itu bapa – kita tidak bisa menjual orang tua kita sendiri!” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa pertambangan nikel yang dikuasai oleh korporasi besar tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, justru meninggalkan kerusakan lingkungan yang sulit dipulihkan.

“Tambang korporasi hanya menyisakan kerusakan. Pendapatan tidak mengalir ke masyarakat, tetapi ke segelintir pihak. Yang dirugikan: rakyat dan tanah ini,” katanya.

Pdt. Maniani juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi Papua Barat Daya, pemerintah kabupaten, dan lembaga terkait lainnya untuk mengembangkan ekonomi lokal berbasis kelestarian.

Baca Juga  Ribuan Warga Padati Stadion WYM, Pemkab Murung Raya Rayakan Pergantian Tahun 2026 Bersama Armada

“Yang dibutuhkan Raja Ampat adalah pembangunan ekonomi yang menghormati alam dan dikelola oleh rakyat sendiri. Bukan proyek raksasa yang merusak dan mengusir warga dari tanahnya,” ujarnya lagi.

Ia menutup pernyataannya dengan pesan keras dan menyentuh:

“Semua orang Papua harus bersatu. Mari berpikir jauh ke depan untuk generasi setelah kita. Jangan gadaikan tanah leluhur demi uang sesaat. Jaga alam, jaga identitas kita!”
,Tuhan berkati.

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Beny Siswanto Puji Profesionalisme Polres Barito Utara Pasca Penangkapan Tersangka Keempat Pembunuhan di Desa Benangin II
Bupati Barito Utara: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Otonomi Daerah
DPRD Barito Utara Tekankan Perlindungan Tenaga Kerja
DPRD Murung Raya Dukung Kebijakan Presiden Prabowo, Lindungi Hak Pekerja
Dorong Penguatan Program Desa Percontohan, Wakil Bupati Batu Bara Sambut Supervisi TP PKK Provsu
May Day 2026, Kapolres Tanjung Balai Bersama Forkopimda Rangkul Buruh Wujudkan Kesejahteraan
Polres dan Pemkab Batu Bara Peringati May Day 2026, Santuni Anak Yatim
Wakil Bupati Batu Bara Dukung Penguatan SDM dan Sinergi pada Musda V Al-Washliyah

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:10 WIB

Beny Siswanto Puji Profesionalisme Polres Barito Utara Pasca Penangkapan Tersangka Keempat Pembunuhan di Desa Benangin II

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:34 WIB

Bupati Barito Utara: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Otonomi Daerah

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:28 WIB

DPRD Murung Raya Dukung Kebijakan Presiden Prabowo, Lindungi Hak Pekerja

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:48 WIB

Dorong Penguatan Program Desa Percontohan, Wakil Bupati Batu Bara Sambut Supervisi TP PKK Provsu

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:29 WIB

May Day 2026, Kapolres Tanjung Balai Bersama Forkopimda Rangkul Buruh Wujudkan Kesejahteraan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page