Sorong — Pdt. Alexander Maniani angkat bicara keras soal isu pertambangan nikel di wilayah Raja Ampat. Dalam konfirmasi via WhatsApp kepada Jurnalis Tempo.Timur.com Kamis pagi (12/6/2025),pukul 10.13 WIT, ia menyatakan sikap tegas mendukung pencabutan izin tambang oleh pemerintah pusat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mendengar suara rakyat Papua dan mencabut izin tambang nikel di Raja Ampat. Ini langkah tepat untuk menyelamatkan masa depan,” ujar Pdt. Maniani.
Menurutnya, Raja Ampat bukan wilayah yang bisa diperlakukan seperti lahan eksploitasi. Ia menyebut Raja Ampat sebagai “surga kecil yang jatuh ke bumi” yang harus dijaga bersama, terutama oleh masyarakat adat selaku pemilik hak ulayat.
“Saya menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua, khususnya yang di Raja Ampat: jangan tergoda oleh tambang. Alam ini adalah warisan untuk anak cucu. Pulau itu mama, dan lautan itu bapa – kita tidak bisa menjual orang tua kita sendiri!” tegasnya.
Ia menyoroti bahwa pertambangan nikel yang dikuasai oleh korporasi besar tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, justru meninggalkan kerusakan lingkungan yang sulit dipulihkan.
“Tambang korporasi hanya menyisakan kerusakan. Pendapatan tidak mengalir ke masyarakat, tetapi ke segelintir pihak. Yang dirugikan: rakyat dan tanah ini,” katanya.
Pdt. Maniani juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi Papua Barat Daya, pemerintah kabupaten, dan lembaga terkait lainnya untuk mengembangkan ekonomi lokal berbasis kelestarian.
“Yang dibutuhkan Raja Ampat adalah pembangunan ekonomi yang menghormati alam dan dikelola oleh rakyat sendiri. Bukan proyek raksasa yang merusak dan mengusir warga dari tanahnya,” ujarnya lagi.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan keras dan menyentuh:
“Semua orang Papua harus bersatu. Mari berpikir jauh ke depan untuk generasi setelah kita. Jangan gadaikan tanah leluhur demi uang sesaat. Jaga alam, jaga identitas kita!”
,Tuhan berkati.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K






















