Asahan — Menjelang pelantikan serentak kepala daerah (KDH) dan wakil kepala daerah (WKDH) hasil Pilkada 2024, yang akan di gelar pada Kamis 20 February 2025, sejumlah pejabat dari pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Asahan mulai berbondong-bondong menuju Jakarta.
Kehadiran mereka di ibu kota bertujuan untuk menghadiri rangkaian acara terkait pelantikan yang akan di gelar di istana negara.
Parahnya lagi kehadiran sejumlah pejabat daerah di Jakarta di tengah instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran, dan pemangkasan perjalanan dinas pejabat daerah yang kini menjadi sorotan.
Presiden sebelumnya menekankan pentingnya penggunaan anggaran yang lebih bijak dan prioritas pada program-program strategis daerah.
Pasangan kepala daerah yang akan dilantik adalah Bupati dan Wakil Bupati Asahan terpilih, Taufik zainal abidin dan Rianto.
Sebagai bagian dari rangkaian acara pelantikan, keduanya kompak menghadiri gladi kotor yang digelar di monumen nasional (Monas) Selasa pagi, 18 Februari 2025
Hal tersebut menuai kritik keras dari berbagai kalangan masyarakat Asahan. Salah satunya Afrizal Margolang ( 50 ) warga Kisaran mengatakan, keberangkatan beberapa pejabat setingkat eselon dua dan tiga pemkab Asahan ke Jakarta dinilai sangat berlebihan
” Dari mana anggaran biaya untuk keberangkatan mereka ke Jakarta tersebut. Apa mungkin mereka mempergunakan uang pribadi sendiri, diduga pasti mereka mempergunakan anggaran perjalanan dinasnya masing – masing ”
Hal senada juga dikatakan aktivis muda Asahan dari Demokrasi 14 Gerakan Bunuh Politik Uang ( GBPU ) Maulana Annur yang akrab disapa Aan secara tegas mengecam keberangkatan keberangkatan seluruh pejabat dilingkungan pemerintah kabupaten Asahan
Kalau dihitung satu orang pejabat menghabiskan biaya minimal sebesar Rp : 10 juta. Sementara pejabat setingkat eselon dua dan tiga yang berada dilingkungan pemerintahan Kabupaten Asahan lebih kurang sebanyak 34 OPD
Maka anggaran biaya keberangkatan seluruh pejabat ke Jakarta hampir mencapai sekitar Rp : 340 juta. Mirisss, disaat pemerintah pusat sedang melakukan efisiensi anggaran.
” Jangan jangan keberangkatan mereka semua hanya untuk setor muka saja kepada Bupati dan Wakil Bupati Asahan yang baru dilantik nanti. Karena mereka takut akan kehilangan jabatan empuk atau gila jabatan… Sungguh mirissss ” , pungkas Aan.
Penulis : Edi Surya




















