Batu Bara | Tempotimur.com – Di mekar kannya Kabupaten Batu Bara untuk menyikapi Undang-undang Otonomi Daerah yang artinya mendekatkan Pemerintah kepada masyarakat agar masyarakat terpenuhi kesejahteraan nya sesuai tuntutan Pembukaan UUD 1945.
Sejak pemekaran tahun 2007, 2 Pejabat Bupati telah merumuskan Pemerintahan dan Kelembagaan lain sebagaimana layaknya suatu pemerintahan agar bisa berjalan dengan baik sesuai amanah undang undang dalam rangka mewujudkan masyarakat Batu Bara yang Maju dan Sejahtera.
Namun pemerintahan hasil Pilkada yang telah berlangsung sejak 2008/2023 berakhir, harapan masyarakat dari cita cita pemekaran Kabupaten Batu Bara belum terwujud, dan ditandai dengan antara lain kemiskinan, stunting, pengangguran masih cukup tinggi dan kualitas pendidikan masih jauh dari harapan.
Sejalan dengan itu Saya berikhtiar dan menginfakan diri untuk dapat mewujudkan cita cita masyarakat Batu Bara yang di mekarkan yakni MASYARAKAT BATU BARA YANG MAJU DAN SEJAHTERA dengan
Mendaftar sebagai Calon Bupati Batu Bara priode 2024 sd 2029.
Sebenarnya Kabupaten Batu bara dengan luas 887, 9 KM yang berdampingan dengan 3 kabupaten yakni Asahan, Simalungun dan Serge merupakan daerah potensial.
Kabupaten Batu Bara yang didiami penduduk 416, 467 Jiwa.
Dan terbagi 12 Kecamatan serta 151 Desa dan Kelurahan tidak sulit membangun kesejahteraannya, karena daerah kita sesuai dgn Pepres 109 tahun 2020 terakhir adalah Daerah Proyek Strategis Nasional yang akan ditingkatkan.
Saya sebagai Bupati nantinya akan fokus membangun SDM dan Pelayanan kesehatan ke Masyarakat, karena dgn SDM dan Masyarakat yang Sehat, maka untuk membangun kesejahteraan masyarakat sesuai kebutuhan dan .potensi Desa di Bidang Pertanian, Perkebunan, menjadi nilai ekspor dan Industri tidak sulit, sehingga tercipta banyak lapangan kerja baru.
Sama hal nya dgn Proyek Strategis nasional di Kuala Tanjung dan Sei Mangkai dengan SDM.Putra Daerah yang kita tingkatkan, maka kita minta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja putra daerah sesuai SDM yang di butuhkan perusahaan.
Jadi saya tidak perlu membangun Fisik seperti Kantor yang Mewah, Kendaraan Dinas yang mewah, Membangun Gerbang masuk atau tugu tugu yang tak jelas, yang saya prioritaskan adalah memperbaiki infrastruktur yg layak untuk membawa hasil produksi dari desa ke perkotaan.
Untuk mendukung ini semua tentu saya sedang menginventaris SDM putra daerah yang sedang atau selesai pendidikan di Perguruan tinggi, kan banyak putra daerah yg sudah selesai pendidikan Pekerjaan Sosial, pertanian, perikanan dan perkebunan, dan pendidikan guru atau lainnya, ini akan kita berdayakan untuk bekerja membantu Pemerintah Daerah sesuai Kompetensi, dan kita akan bangun kerjasama dengan semua perusahaan yg ada.
Masalah devisit anggaran, ini karena Pengelola kebijakan, baik selaku perencana, keuangan, dan kebijakan pimpinan tidak faham, ya resikonya defisit lah.
(Red)



















