BATU BARA | TEMPO TIMUR – Kegiatan Pasar murah Program Bupati Batu Bara yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnaker Perindag) bekerjasama dengan Bulog, dinilai gagal merangkul awak Media untuk meningkatkan program kerja Pemerintahan Bupati Batu Bara.
Pasalnya, salah seorang pedagang telor yang berjualan dilapangan bola kaki Labuhan ruku marah-marah dan berkata kasar kepada awak Media saat di konfirmasi terkait barang yang dijual kepada masyarakat, Rabu (18/10)
Menurut keterangan Awak Media Online, EN didampingi rekan media lainya, dirinya mengaku hanya bertanya kepada pedagang apakah telor ini asli dari ternak, “Sebab saat beredar isu adanya telur buatan!, jelasnya.
Lalu dengan membabi buta mengeluarkan kata kata kasar dan arogan Oknum pedagang menyuruh agar telor dipecahkan di kepala, ” Pecahkan saja di kepala mu, ujarnya marah sembari memegang sebilah pisau Carter, ungkap EN menjelaskan.
Kemudian saat di konfirmasi ulang oleh rekan dari awak media, apa yang terjadi sebelumnya agar tidak terjadi Miskomunikasi antara pedagang yang diduga dari Bulog dengan awak media, Oknum Pedagang Kembali melontarkan kata – kata kasar dan marah – marah sembari mengatakan, kalian tunggu disana jangan begitu cara kalian mencari makan, ungkapnya melecehkan.
Kembali dijelaskan awak media kepada Oknum Pedagang, rekan kita hanya konfirmasi seharusnya abang jawab aja dengan baik, gak perlu marah -marah, dirinya kembali marah dan berkata kasar, nanti ku hadap kalian satu persatu, Katanya dengan nada tinggi.
Masih di lapangan Bola kaki Labuhan Ruku, Kabid Perdagangan Sahat Tampubolon kepada beberapa Awak Media menyebutkan, saat ini harga beras dipasaran sangat melonjak naik, jadi dalam menanggap hal ini Bupati Batu Bara H. Ir. Zahir MAP, melakukan inisiasi dengan Bulog Provinsi Sumatera Utara dan dilanjuti di Daerah dengan Dinas bekerjasama dengan Bulog yang ada di Kisaran.
Dinas telah melakukan duduk bersama dengan Bulog Kisaran dan pihak Bank Indonesia, bahwa Bulog dan BI menurunkan sembako seperti beras, gula ,minyak goreng di tambah telur ke Kabupaten Batu Bara.
Dalam hal itu Dinas melakukan pembagian Wilayah untuk penyaluran Pasar Murah yakni ada 12 titik ( 12 Desa ) di setiap Kecamatan, berupa beras 5 Kg, gula 1 Kg, dan minyak goreng 1 Kg, dan di tambah telur.
” Kita berharap dengan dilakukan program Pasar Murah ini, agar Masyarakat dapat terbantu,” tandasnya.
Penulis : Tim























