TANJUNGBALAI | TEMPO TIMUR – Ketua Kordinator Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara Republik indonesia “LT.KPSKN.PIN.RI” Kordinator Daerah (KORDA) Tanjungbalai “TAUFIQ” menilai Ketua HNSI Bagan Siapi-api tidak Komitmen dengan perkataan nya.
Pasalnya, kata Taufik, saat dirinya berada di Bagan Siapi-api pada tanggal 16 September 2023 sempat bertemu dengan Ketua HNSI Junaidi di salah satu warung kopi yang bertujuan bersilaturahmi sekaligus berkenalan, pada kesempatan itu, kata Taufik dirinya sempat berkonsultasi terkait permasalahan nelayan Tenk Kerang di dua provinsi.
Dalam pertemuan tersebut Ketua HNSI Junaidi berkomitmen bahwa kapal Tank Kerang asal tanjung balai dilarang beroperasi di Rohil, dirinya berjuang demi nelayan lokal, hanya mengunakan alat tangkap tradisional. Terang Taufiq menceritakan.
Namun anehnya penyampaian Ketua HNSI Bagan Siapi-api ini bertolak belakang dengan disampaikan ABK Kapal Tank Kerang yang pulang melaut dari Wilayah Bagan Siapi-api Pada Sabtu 23 September 2023.
ABK Kapal mengaku tidak ada yang bisa melarang dan menangkap kami! mengambil
atau mengeruk kerang di Bagan, karna info Uwak-uwak (Dekingan-Red) kami di Bagan kuat dan bertanggungjawab” Ujar Para ABK Tenk kepada Taufik.
Dalam hal ini diduga ada Oknum berinisial J, bersama anggotanya RD dan BD, yang bekerjasama dengan Tenk Kerang Asal Tanjung balai sebagai pengurus yang membocorkan. Walaupun Pihak Airud melakukan patroli.
Terakhir Taufik, memberikan Apresiasi kepada Bupati Afrizal Sintong yang terjun langsung usai menerima Keluhan Nelayan Lokal terkait Teng Kapal Asal Sumatera mengambil Kerang Secara Ilegal di perairan laut Bagan Siap-siap Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir.
(RP)



















