MEDAN | TEMPO TIMUR – Gerakkan Perjuangan Masyarakat Sumatera Utara (GPMSU) akan melakukan aksi damai di Polda Sumatera Utara pada 16 Agustus 2023 mendatang.
Aksi damai ini meminta Bapak Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menandatangani petisi 100 hari kerja Kapoldasu yang baru. Hal itu disampaikan Mulya Koto didampingi Boasa Simanjuntak dan beberapa perwakilan Aktivis kepada Wartawan, disalah satu cafe Kota Medan,Sabtu (29/07/2023).
“Saat ini sudah ada 15 elemen Aktivis /LSM / Ormas yang bergabung akan melakukan aksi penyampaian aspirasi keprihatinan yang menginginkan tegaknya Keadilan dan Kebenaran di Provinsi Sumatera Utara kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi,”sebut Mulya Koto.
Aksi Forum GPMSU ini diprakarsai oleh saya sendiri dan Boasa Simanjuntak bersama Aktivis,LSM,Ormas di Sumatera Utara meminta Kapolda Sumatera Utara yang baru Bapak Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menandatangani 10 poin
Petisi keprihatinan Masyarakat Sumatera Utara, Pungkas Mulya Koto.
Sebelum mengakhiri penyampaian nya, Mulya Koto dan Boasa Simanjuntak selaku Penggagas Gerakkan Perjuangan Sumatera Utara (GPMSU) meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Masyarakat Sumatera Utara ataupun luar Sumatera Utara yang hendak melintasi jalan Sisingamangaraja Km.10,5 tepatnya daerah Markas Polda Sumatera Utara Pada 16 Agustus 2023 mendatang
Di karenakan, menurut Mulya Koto, bisa saja terjadi kemacetan, mengingat GPMSU akan diikuti oleh 5000 orang dan ini untuk dan atasnama Masyarakat Sumatera Utara yang menginginkan Tegaknya Keadilan dan Kebenaran serta Kenyamanan dan Ketertiban di Provinsi Sumatera Utara
“Kami masih menunggu kawan-kawan pergerakan yang lain untuk masuk ke dalam Gerakkan Masyarakat Perjuangan Sumatera Utara (GPMSU) agar 5000 yang akan kami ciptakan berjalan lancar dan sukses serta sesuai dengan jumlah aksi damai ini. Saat aksi nantinya GPMSU akan menggunakan baju atau kemeja berwarna putih untuk menunjukkan bahwa Provinsi Sumatera Utara itu tidak ada perbedaan sesuai dengan makna warna putih suci tanpa noda ” Pungkas Mulya Koto
( Tim/red)






















