Wondama — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyatakan komitmennya untuk mendukung peringatan satu abad tanah peradaban di Teluk Wondama, meskipun tengah melakukan efisiensi anggaran.
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang menegaskan bahwa Pemprov tetap akan memberikan bantuan anggaran sesuai kemampuan untuk menyukseskan perayaan tersebut.
“Tentu ada pergeseran anggaran yang akan kita gunakan untuk membantu Pemda Teluk Wondama agar perayaan satu abad ini tetap bisa dilaksanakan,” ujar Mandacan.
Perayaan ini diperkirakan akan dihadiri ribuan orang, termasuk tamu dari luar Papua serta perwakilan pemerintah pusat. Menurut Mandacan, momen ini sangat penting karena menandai awal masuknya pendidikan modern di Tanah Papua, yang dimulai dari Miei, Distrik Wasior.
“Ini adalah momen bersejarah bagi seluruh Tanah Papua. Dimulai dari batu peradaban di Miei, pendidikan modern pertama masuk melalui lembaga-lembaga keagamaan seperti gereja. Tamu dari pusat pasti akan hadir,” tambahnya.
Bupati Teluk Wondama, Elisa Auri, menyatakan bahwa pemerintah kabupaten terus mempersiapkan peringatan ini dengan serius. Diperkirakan 15.000 hingga 20.000 orang akan hadir dari berbagai wilayah.
“Kita menyiapkan rumah-rumah warga sebagai tempat inap. Bahkan saat rapat kerja bupati, pak gubernur menyampaikan akan membantu memfasilitasi agar kapal putih milik Pelni bisa berlabuh di Wasior saat perayaan,” jelas Auri.
Untuk mendukung persiapan, Bupati mengimbau seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak keluar daerah hingga peringatan berlangsung, agar dapat fokus membantu persiapan.
Di tingkat kampung, antusiasme warga juga tinggi. Kepala Kampung Yopmeos, Eliezer Ayomi, mengungkapkan bahwa warganya telah mulai membuat sasi (larangan adat menangkap hasil laut) agar hasil laut bisa dipanen menjelang hari peringatan dan disumbangkan untuk perayaan.
“Kami Jemaat GKI Siloam Yopmeos sejak awal sudah mulai membuat sasi. Ini momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Teluk Wondama,” ungkap Ayomi.
Peringatan satu abad ini dinilai sebagai tonggak penting sejarah pendidikan dan peradaban di Tanah Papua, dan diharapkan menjadi simbol persatuan serta kebangkitan budaya lokal.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K






















