
BATU BARA — Tepat di malam ke enam Gebyar Bertanjak Jilid Vll Batu Bara para pengunjung kembali terpukau dengan tampilan Seni Debus sala satu Koreografi Tradisional Melayu Kabupaten Batu Bara. Kamis, 15/10/2016.
Dengan tampilnya Debus Kombang Bungo tersebut menunjukan bahwa masyarakat Kabupaten Batu Bara masih menjaga kesenian tradisional, yang menjadi nilai spiritual dan budaya diera berkembangnya hiburan modern.
” Debus Kombang Bungo, Desa Bandar Sono, Kecamatan Nibung Hangus, ini bukan sekadar pertunjukan ketangkasan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah melayu yang ada di Kabupaten Batu Bara,” sebut Darmawan Sarianto Ketua Panitia Batu Bara Bertanjak Jilid VII 2026.
Dermawan mengatakan, Debus Kombang Bungo di kenal melalui atraksi para pemain yang tampak kebal terhadap senjata tajam. Dalam pertunjukannya, pemain menusukkan besi bermata satu ke bagian tubuh seperti lengan dan perut tanpa mengalami luka.
“Atraksi Debus Kombang Bungo kerap memukau penonton yang menyaksikan, ” ungkapnya.
Dalam setiap pertunjukan Debus dipimpin Khalifa bertugas membacakan kalimat janji, doa dan permohonan kepada Allah SWT agar para pemain diberi keselamatan selama atraksi berlangsung.
Kehadiran Debus Kembang Bongo tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya Melayu Batu Bara yang terus di jaga, tandasnya.
(Tim)




