Batu Bara — Kapal pesiar internasional MV Star Voyager bersandar di Dermaga Pelabuhan Indonesia Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Sabtu (24/1/2026).
Kedatangan kapal pesiar tersebut membawa sebanyak ±1.844 wisatawan mancanegara dari berbagai negara dan mendapat pengamanan ketat dari jajaran Polres Batu Bara.
Setibanya di pelabuhan, seluruh kelengkapan administrasi kapal dan penumpang dilakukan pemeriksaan oleh Bea Cukai Kuala Tanjung, Imigrasi Tanjung Balai, serta Karantina Hewan Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan data yang dihimpun, para turis asing berasal dari 18 negara, dengan jumlah terbanyak dari Singapura (991 orang) dan Malaysia (774 orang), disusul Indonesia, India, Australia, serta sejumlah negara lain seperti Inggris, Amerika Serikat, China, Taiwan, dan Thailand.
Puluhan Bus Disiapkan, Wisatawan Menuju Medan dan Batu Bara untuk mendukung mobilitas wisatawan, pihak PT Pelindo (Persero) menyiapkan 23 unit bus, terdiri dari enam bus untuk perjalanan di kawasan pelabuhan dan 17 bus untuk mengantar wisatawan menuju Kota Medan. Selain itu, Pelindo juga memfasilitasi kendaraan travel milik masyarakat lokal Kabupaten Batu Bara bagi wisatawan yang memilih berkeliling di wilayah Batu Bara.
Sekitar pukul 07.00 WIB, sebagian bus yang membawa wisatawan tiba di Kota Medan untuk melakukan kunjungan wisata. Sementara itu, wisatawan lainnya memilih berbelanja oleh-oleh, kuliner, fashion, serta kerajinan tangan khas Batu Bara di kawasan Pelindo Kuala Tanjung.
Pengamanan Dipimpin Kabag Ops Polres Batu Bara Pengamanan kegiatan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Batu Bara KOMPOL Zulham, SH, MH, didampingi Kapolsek Indrapura AKP Rahmad R. Hutagaol, SH, MH, serta personel gabungan Polres Batu Bara dan Polsek Indrapura.
Personel kepolisian ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran arus kendaraan, keamanan wisatawan, serta mencegah potensi gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung.
Dalam kegiatan tersebut, Sat Intelkam Polres Batu Bara juga melakukan koordinasi dengan koordinator travel masyarakat setempat. Diketahui, warga Desa Kuala Tanjung telah membentuk Aliansi Peduli Masyarakat Kuala Tanjung yang diketuai oleh Ismail Bangun, sebagai upaya menjaga ketertiban, menstabilkan tarif kendaraan, serta menghindari konflik dalam pelayanan wisata.
Aliansi tersebut menyediakan 38 unit kendaraan roda empat (R4) dan 16 unit kendaraan roda dua (R2). Hingga pagi hari, sebanyak 17 kendaraan R4 dan delapan kendaraan R2 telah digunakan wisatawan untuk berkeliling di wilayah Kabupaten Batu Bara dan sekitarnya.
Aliansi juga menetapkan tarif resmi kendaraan, Mobil tujuan Medan dan Pematang Siantar Rp2 juta Tebing Tinggi Rp1,6 juta Indrapura Rp1 juta Sepeda motor Rp100 ribu per jam Masyarakat setempat menyambut baik kedatangan wisatawan asing karena dinilai mampu meningkatkan perekonomian dan memperkenalkan potensi daerah.
Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan, MV Star Voyager kembali berlayar meninggalkan Pelabuhan Kuala Tanjung menuju Malaysia sekitar pukul 15.45 WIB.
Kunjungan wisatawan mancanegara ini bertujuan menikmati keindahan alam, budaya lokal, kuliner khas, keramahan masyarakat, serta mempelajari budaya baru di Kabupaten Batu Bara dan Sumatera Utara.
Penulis : Tim

















