
Batu Bara — TempoTimur.com
Sebuah Cafe yang terletak di Lingkungan V, Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara di gerebek warga pada Minggu, (08/12/2025) malam.
Penggerebekan dilakukan sejumlah warga Lingkungan V yang bergabung dalam Jama’ah Masjid Al – Jihad.
Warga setempat, Fahrozi, mengatakan cafe tersebut sudah lama jadi pantauan masyarakat. Bahkan, warga mengetahui adanya aktivitas hubungan intim tanpa ada ikatan suami istri.
“Kami tidak sembarangan menduga, karena beberapa malam lalu ada wanita muda yang keluar dari cafe Jenal itu hanya menggunakan celana dalam mengejar laki-laki, dari jeritan wanita tersebut terdengar minta bayaran. Nah, artinyakan ada aktivitas mesum dan lokalisasi prostitusi tapi modusnya cafe,” kata Rozi.
Warga lain juga mengungkapkan, saat massa menggeruduk cafe tersebut ada sebuah mobil mewah merk Pajero Dakkar mengaku dari daerah meranti (Asahan) yang di temani wanita dibawah umur.
“Tadi waktu omak-omak dan jama’ah menggerebek ada laki-laki ditemani wanita muda, saat ditanya dia dari meranti, mungkin dia takut jadi kabur,” kata warga yang tidak mau disebut namanya.
Disisi lain, jama’ah Masjid Al-Jihad meminta MUI Kecamatan Talawi, Pihak Kepolisian, Pemerintah Setempat dan SAT Pol PP Kabupaten Batu Bara segera bertindak agar kemaksiatan tidak menjadi wabah penyakit bagi warga setempat.
“Kami minta Forkopimcam Talawi tidak diam, marilah bergerak memberantas kemaksiatan,” kata Pendi jama’ah Al-Jihad.
Terpisah, Kapolsek Labuhan Ruku, AKP. Cecep Suhendra saat ditanya terkait hal ini apakah sudah ada pelaporan dugaan modus cafe ini, Cecep menjawab “belum”.
“Belum ada laporan ke Polsek dan belum ada yang diamankan, harus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui SAT Pol PP,” kata Kapolsek Labuhan Ruku dini hari kepada tim awak Media.
Dikonfirmasi kepada Kasat Pol PP Kabupaten Batu Bara ternyata telah memblokir Via WhatsApp Awak Media, sehingga tidak memperoleh tanggapan sebagai Penegak Perda Kabupaten Batu Bara.
Dilokasi, awak media sempat melakukan wawancara kepada pemilik Cafe Jenal, dirinya tidak berkata banyak.
“Iya bang iya, tutup tutup kami malam ini, iya bang resah orang-orang ini katanya,” sebut pemilik cafe meninggalkan awak media.
Dilontarkan pertanyaan tentang adanya praktik prostitusi, pemilik cafe langsung meninggalkan awak media.
Kepala lingkungan V, Fauzi alias Ciput menerangkan, jauh sebelum hal ini terjadi sempat diingatkan oleh pemerintah setempat dan berhasil ditutup.
“Kami pernah melarang untuk menutup cafe itu karena adanya indikasi modus itu dan pemilik cafe bersedia. Tapi, beberapa hari kemudian cafe tersebut kembali beraktivitas dengan lampu remang-remangnya,” kata Ciput.
Mereka berharap, Cafe tersebut tidak lagi beroperasi sehingga ketertiban wilayah Kecamatan Talawi tetap Kondusif.
Penulis : TempoTimur/Tim





















