Manokwari — Sebanyak puluhan mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari melakukan praktik lapangan terpadu pada Sabtu, 28 Juni 2025, di Pantai Petrus Kafiar, Distrik Manokwari Barat.
Dalam kegiatan ini, mereka berhasil mengidentifikasi 12 jenis rumput laut yang berpotensi menjadi bahan baku pupuk organik ramah lingkungan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Yohanes Ada’ Lebang, SP., M.Si., selaku Wakil Dekan I FST UNCRI, dan melibatkan mahasiswa dari tiga program studi, yakni Rekayasa Kehutanan, Sains Kelautan, dan Ilmu Lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa melakukan:
Identifikasi manual terhadap 12 jenis rumput laut,
Analisis kandungan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, dan yodium,
Pengolahan rumput laut menjadi pupuk organik melalui proses pencucian, penjemuran, dan pencacahan.

Jenis Rumput Laut yang Ditemukan
Beberapa jenis rumput laut yang berhasil diidentifikasi antara lain:
Sargassum sp. (Lame-lame)
Turbinaria sp. (Katang-batang)
Caulerpa racemosa (Latoh)
Ulva lactuca (Selada Laut)
Sementara dari kelompok alga merah (Rhodophyta), ditemukan:
Gracilaria sp. (Tumput Agar)
Hypnea sp. (Rumput Karang Merah)
Gelidium sp. (Gelidium Merah)
Laurencia sp. (Lawer-laweran Merah)
Acanthophora sp. (Rumput Berduri Merah)
Dictyota sp. (Daun Lebar Coklat)
Menurut Yohanes, rumput laut yang selama ini dianggap limbah pesisir ternyata menyimpan manfaat besar. Kandungan nutrisinya mampu:
Memperbaiki struktur tanah,
Meningkatkan aktivitas mikroba tanah,
Meningkatkan daya simpan air,
Menyediakan unsur hara seperti kalium dan yodium, serta menjadi antibakteri alami.
Warga pesisir yang sebelumnya membakar tumpukan rumput laut karena dianggap mengganggu, kini didorong untuk mengolahnya secara produktif. Kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami ekologi pesisir, konservasi lingkungan, dan kewirausahaan hijau.
Hasil temuan ini akan dilanjutkan dengan:
Uji laboratorium (uji proksimat) untuk mengetahui kandungan NPK secara detail,
Verifikasi taksonomi ilmiah,
Uji efektivitas pupuk terhadap komoditas hortikultura,
Pelatihan dan pendampingan warga pesisir untuk budidaya dan pengolahan rumput laut berkelanjutan.
“Bayangkan, apa yang selama ini dianggap limbah ternyata dapat menjadi sumber penghasilan dan keberlanjutan bagi warga pesisir,” tegas Yohanes. Temuan ini menjadi langkah awal menuju kedaulatan pangan, pengelolaan laut bijak, dan konservasi lingkungan berbasis masyarakat.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K



















