BATU BARA | TEMPO TIMUR – Sebagian masyarakat Batu Bara mengeluhkan masih banyaknya jalan yang rusak dengan kondisi memperihatinkan di Kabupaten Batu Bara. Keadaan ini diperparah pada saat musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan genangan air disepanjang jalan.
Diantaranya jalan penghubung Kecamatan Tanjung Tiram menuju Kecamatan Nibung Hangus dan jalan Kedai Sianam menuju desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh Pesisir.
Ada sekitar lebih kurang 200 meter di jalan Kedai Sianam dan 300 meter di jalan penghubung kecamatan Nibung Hangus yang mengalami kerusakan parah.
Jalan tersebut sebagai objek vital/ jalan utama dan tidak ada jalan alternatif yang digunakan masyarakat berlalu lalang, jalan inipun sebagai akses pendidikan dan perniagaan. Sehingga sebagian masyarakat mengeluh sulitnya melewati lajur jalan tersebut.
Pantauan wartawan, jalan di Simpang Sianam desa Guntung mengalami kerusakan yang cukup parah sejak lama, fisik jalan berlubang dan tergenang air hujan menyulitkan pengendara melintas, terutama anak sekolah dan pengguna jalan untuk beraktifitas.
Sebelumnya diketahui, bahwa jalan Simpang Sianam menuju Perupuk sejak 5 tahun ini belum ada direhabilitasi atau diperbaiki, namun hanya dilakukan penimbunan pasir oleh truk pengangkut pasir yang melintas.
Senada, menurut M. Azwar (50) warga Desa Ujung Kubu Kecamatan Nibung Hangus menuturkan bahwa jalan Lima Laras menuju Ujung Kubu dan Sei Balai mengalami kerusakan parah, dan hingga saat ini tidak kunjung diperbaiki Pemkab Batu Bara.
Azwar menjelaskan ada sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat harus ekstra hati-hati melewati ruas jalan tersebut disebabkan kondisinya banyak yang berlubang.
Lain lagi halnya dengan kendaraan roda enam di saat melintasi jalan mengalami oleng kiri kanan yang dikhawatirkan kendaraan tersebut terjungkir, sehingga pengguna jalan harus berhati-hatilah jika berpapasan selisih, ujarnya.
“Gawat, akibat kondisi jalan itu, warga sering mengeluhkan setiap hari kondisi jalan rusak yang parah, diperparah pada musim penghujan, saat melewati jalan akses utama yang tidak ada jalan alternatif penghubung lainnya,” beber Azwar.
Sementara menurut Heri (48) warga Mekar Laras kepada awak media, mengungkapkan rasa heran dan kecewa kepada pemerintah, saat ini jalan utama Kecamatan Tanjung Tiram menuju Kecamatan Nibung Hangus dalam kondisi jalan rusak parah, hingga sekarang di penghujung hampir habis periodesasi Bupati tak kunjung diperbaiki, terangnya.
“Dimana perwakilan rakyat kita, Saya heran, apa sama kondisi jalan disini sama dengan Kecamatan yang lain tidak ada pembangunan infrastruktur juga, jalan poros ini rusak total, ini sudah lama sekali,” kata Heri kepada wartawan.
Kemudian menurut Ferry salah satu Nelayan mengeluhkan keadaan yang sama. Ia berharap ada perhatian Pemkab Batu Bara untuk segera melakukan perbaikan jalan tersebut, tegasnya.
“Mudah-mudahan tahun ini giliran jalan inilah yang diperbaiki oleh pemerintah,” harap Herry.
Disamping itu, anggota DPRD Batu Bara dapil Nibung Hangus melalui Whatsapp saat dikonfirmasi awak Media menyebutkan, “Abang bertanya tentang jalan itu aja aku langsung merinding Bang, lagi pula aku sudah malu kali Bang hari-hari aku melewati jalan ini,” sebutnya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa mungkin orang-orang sangka aku tak memperjuangkan Jalan ini atau aku sebagai anggota Dewan diam aja, tidak Bang?, aku tetap berjuang agar jalan poros Nibung Hangus ini diperbaiki,” jelasnya.
“Semenjak aku dari pertama duduk jadi anggota DPRD jalan itu aku prioritaskan yang utama Bang, tapi belum membuahkan hasil,” sebutnya.
Diakhir perbincangan ia sebutkan sudah ku bilang Bang kita tunggu aja di 2023 ini dalam Pembasahan P-APBD atau R-APBD tahun 2024 Ok, Mari sama-sama kita tunggu, ujarnya mengakhiri perbincangan. (red),









