SORONG, PAPUA BARAT DAYA — Gembala Jemaat GPdI Alfa Omega Sorong,Pendeta Alexander Maniani, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di Tanah Papua.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat iman, persatuan umat, serta pengembangan talenta generasi muda Papua.
Hal itu disampaikan Pdt. Alexander Maniani saat ditemui jurnalis di Sorong, Jumat malam (8/5/2026),pukul 11.00WIT mengatakan.
“Pesparawi menjadi sarana pelayanan untuk memperkuat iman dan kerohanian umat Tuhan kepada Yesus Kristus melalui pujian dan firman Tuhan yang terkandung dalam setiap lagu rohani,” ujarnya.
Ia mengatakan lagu-lagu rohani yang dinyanyikan dalam Pesparawi mampu membangun iman, pengharapan, dan semangat hidup bagi masyarakat Papua, khususnya umat Kristen di Tanah Papua.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan firman Tuhan dalam Kitab Efesus 5:19 yang mengajarkan umat untuk saling berkata-kata dalam mazmur, kidung puji-pujian, dan nyanyian rohani.
Selain sebagai sarana pelayanan rohani, Pesparawi juga dinilai menjadi ajang mempererat persatuan masyarakat dari berbagai provinsi di Tanah Papua.
“Melalui Pesparawi, umat Tuhan dari berbagai daerah di Tanah Papua dapat dipersatukan dalam kebersamaan dan pelayanan,” katanya.
Pdt. Alexander menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pengembangan talenta dan karunia generasi muda Papua, terutama di bidang vokal, musik, seni budaya, dan pelayanan gerejawi.
Ia berharap kemampuan yang dimiliki generasi muda dapat digunakan secara positif, baik dalam pelayanan gereja maupun kehidupan sosial dan pendidikan.
Selain itu, Pesparawi dinilai mampu menjauhkan generasi muda Papua dari pengaruh negatif, seperti minuman keras dan pergaulan bebas.
“Kegiatan positif seperti Pesparawi harus terus didukung agar generasi muda Papua memiliki ruang untuk bertumbuh dalam iman dan kreativitas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pesparawi menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan budaya Papua melalui pelayanan gerejawi.
“Walaupun zaman terus berkembang, masyarakat Papua tidak boleh melupakan budaya yang selama ini menjadi bagian dari pelayanan gereja di Tanah Papua,” tutupnya.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K



















